Penulisan Karya Ilmiah
·         Pengertian
1.          Kutipan
Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.
Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

2.         Catatan kaki
Ibid. (Singkatan dari Ibidum artinya sama dengan di atas), untuk catatan kakiyang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulisdengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomorhalaman.
 op.cit. (Singkatan dari opere citato artinya dalam karya yang telah dikutip),dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telahdisisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.citnomor halaman.
loc.cit.(Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip),seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpanomor halaman).
3.         Daftar Pustaka
Penyusunan Bibliografi
Untuk menyusun sebuah daftar yang final perlu diperhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut :
a. Nama pengarang diurutkan menurut alfabet, Nama yang dipakai dalamurutan itu adalah nama keluarga.
b.Bila tidak ada pengarang, maka judul buku atau artikel yang dimasukkandalam urutan alfabet.
c.Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi,maka untuk referensi yang kedua dan seterusnya , nama pengarang tidak perlu diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7ketukan.d.
d.Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi.Tetapi jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.e.
e.Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya daritiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan. (GorysKeraf, 1997 : 222).
·         Contoh :
 Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics.New York: The Mac MillanCompany. 1963
Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright.New Training for Effective Speech.New York: Henr Holt and Company, Inc.,1958

Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C.et. al. College English, the First Year . New York : Harcourt,Brace & World. Inc., 1964

Buku yang terdiri dan dua jilid atau lebih Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc..1964.

Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau !ebih
Ali.Lukman. ed. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjemin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung. 1967







Tema,Topik, JudulTulisan Dan Kerangka Karangan

·         Pengertian
1.       Tema
Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis. Bisa berupa tema pendek dan tema panjang
Tema pendek  : berbentuk kata / frasa
Misalnya: -Cinta -Kesenjangansosial
Tema panjang :berbentuk kata / frasa
Misalnya :Melalui Semangat Kepedulian Sosial Kita Gencarkan Program Qurban ke Daerah Pelosok
2.       Topik
Bersifat lebih khusus/konkret karena pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari tema.
Ciri-ciri topik:
–Bersifat umum dan belum terurai
–Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak
3.       Judul
Merupakan penjabaran/perincian dari topik
Bersifat lebih spesifik dan telah mengandung permasalahan yang lebih jelas atau lebih terarah jelas atau lebih terarah
Topik dapat menjadi judul karangan
syarat judul :
Harus relevan/bertalian dengan tema
Harus “provokatif”/menarik Harussingkat
Harus singkat
4.       Kerangka Karangan
Merupakan rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan
Berfungsi untuk mengarahkan
Dibentuk dengan menggunakan sistem tanda atau kode tertentu
Macam kerangka karangan:
·            Kerangka topik
Terdiri atas kata, frasa, dan klausa
Tidak memerlukan tanda akhir titik karena tidak memerlukan kalimat lengkap
·           Kerangka kalimat
Unsur-unsurnya berisi kalimat lengkap
Bersifat resmi



·         Pola penyusunan karangan ilmiah
1.         Pola alamiah
Berdimensi ruang dan waktu
Menggambarkan keadaan suatu ruang
Contoh :
Dampaknya bagi Perekonomian Jawa Timur ILumpurLapindo
I Lumpur Lapindo
 A. Daerah Terdampak
 1. daerah… 2. Daerah…
Urutan waktu berdasarkan urutan kejadian/kronologis
Contoh :
1.Jatidiri Rabindranath Tagore
 2.Pendidikan Rabindranath Tagore
3.Karir Rabindranath Tagore
 4.Akhir Hidup Rabindranath Tagore

2.         Pola Logis
Klimaks –antiklimaks
Contoh :
I.Praktik KKN Merajalela
 II.Keresahan di Tengah Masyarakat
III.Kerusuhan Sosial di mana-mana
 IV.Tuntutan Reformasi Menggema
 V.Kejatuhan yang Tragis
Sebab akibat
Contoh :
1.Kebakaran di Tanah Tinggi
2.Penyebab Kebakaran
3.Kerugian yang Diderita Masyarakat dan Pemerintah
4.Rencana Rehabilitasi Fisik
Pemecahan masalah
Contoh :
Topik: Bahaya Ekstasi dab Pemecahannya
1.Apakah Ekstasi
2.Bahaya Ekstasi
21PengaruhEkstasiterhadapSyarafPemakainya
2.1 Pengaruh Ekstasi terhadap Syaraf Pemakainya
2.2 Pengaruh Ekstasi terhadap Masyarakat
2.2.1 Gangguan Kesehatan Masyarakat
2.2.2 Gangguan Kriminalitas
3.Upaya Mengatasi Bahaya Ekstasi
 4.Simpulan dan Saran
Umum khusus
Contoh :
Topik: Komunikasi Lisan
I.Komunikasi dan Bahasa
 II.Komunikasi Lisan dan Perangkatnya
A. Kemampuan Kebahasaan
1. Olah Vokal
2. Volume dan Nada Suara




ALINEA

·         Pengertian
 penuangan ide atau gagasan penulis melalui kalimat atau kumpulan kalimat yang satu dengan yang lain berkaitan dan hanya memiliki satu topik atau tema. 
·         Berdasarkan Fungsinya :
1.     Kalimat pokok
„Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut
„Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
„Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain
„Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambungan
2.     Kalimat penjelas
Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti)
 Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain gg dalam satu alinea
Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi
 Isinya berupa rincian, keterangan, contoh serta data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topic
·         Syarat Alinea
kesatuan
Setiap paragraf sebaiknya mengandung satu gagasan pokok 
koherensi
Setiap paragraf harus merupakan suatu kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu dengan yang lainnya 
·         Jenis Alinea Berdasarkan posisi kalimat topic
1.      Deduktif
kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea 
2.      Induktif
 kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea 
3.     Deduktif-induktif
Bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal dan akhir alinea
4.     Alinea penuh kalimat topic
Bila seluruh kalimat yang membangun alinea sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat tersebut menjadi kalimat topic
·         Jenis alinea berdasarkan  isinya
1.          Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi. 
Contoh: Membaca intensif merupakan kegiatan membaca secara teliti atau membaca secara seksama, bacaan berupa teks. Tujuan membaca dengan cara ini untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci. Misalnya untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan.
2.          Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat  kesimpulan dengan data  fakta konsep sebagai alasan/ bukti. 
Contoh: Air yang tergenang seperti di kaleng-kaleng dan selokan harus dibersihkan. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut. 
3.         Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut. 
Contoh: Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit berkerlap-kerlip memancarkan cahaya. Udara dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik mengusik sepinya malam. 
4.         Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu. 
Contoh: Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras, sehingga perlu pengolahan dan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan. 
5.         Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi. 
Contoh: Andi terkejut melihat neneknya tiba-tiba datang. Ia langsung saja menjerit sekencangnya. Tak disangka neneknya marah dan memukul kepalanya dengan tongkat kecil yang selalu dibawanya.
·         Alinea Berdasarkan Fungsinya
1.     Alinea Pembuka
Isi alinea pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan .
Difungsikan untuk:
·       ™Menghantar pokok pembicaraan
·       Menarik minat dan perhatian pembaca
·       ™Menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan
·       Dapat memanfaatkan Kutipan, peribahasa, anekdot
·       Uraian mengenai pentingnya pokok pembicaraan
·       Suatu tantangan atas pendapat atau pernyataan seseorang
·       Uraian tentang pengalaman    pribadi
·       Uraian mengenai maksud dan tujuan penulisan
·       Sebuah pertanyaan
2.     Alinea Pengembang
Bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam alinea pembuka
Difungsikan untuk :
·      mengemukakan inti persoalan
·      memberi ilustrasi atau contoh ™
·      menjelaskan hal yang akan diuraikan pada aline berikutnya ™
·      meringkas alinea sebelumnya ™
·      mempersiapkan dasar atau landasan bagi simpulan
3.     Alinea Penutup
Berisi simpulan bagian karangan
Dimaksudkan untuk mengakhiri karangan
Tidak boleh terlalu panjang
Harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti karangan
Dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca


KEVARIASIAN

u Variasi kalimat disebut juga Parafrasa.
Tujuannya adalah penulis harus berusaha menghindarkan pembaca dari keletihan dan kebosanan. Dapat dilakukan dengan cara-cara:
1.    Kalimat aktif menjadi  Kalimat pasif
2.    Stilistika
3.    Elips atau Pelesapan
4.    Penggabungan
5.    Permutasian
6.    Sinonim
7.    Ekuatif
8.    Meletakkan kata modal
9.    Menggunakan Frasa
u Kalimat aktif menjadi Kalimat pasif
Pengubahan dengan cara:
1.    Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-)
2.     Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-)
3.    Contoh :
l  Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum
                                                S          P                 O                       Pel
l  Atasannya diambilkan air minum oleh sekretaris itu
                                                 S                   P                         O             Pel         
u Stilistika
Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif.
Contoh :
n  Rudi membahas hasil penelitian tersebut pada seminar itu
                           S      P                O                     K
n  Pembahasan hasil penelitian itu disajikan  Rudi pada seminar itu
                                         S                                   P                O                   K      
u Elips/Pelesapan
Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat
Contoh :
n  Kamu uruslah lahan itu dengan baik!
l  Uruslah lahan itu dengan baik
n  Pengamatan terhadap teroris dilakukan selama dua bulan
l  Kegiatan itu dilakukan selama dua bulan
n  Penggabungan
u Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk.
Contoh:
n  Penyeleksian data dilakukan pada bulan pertama.
n  Pengolahan data dilakukan pada bulan berikutnya.
n  Penyeleksian dan pengolahan data dilakukan berturut-turut pada bulan pertama dan berikutnya.
u Permutasian
Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat.
u Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK
Contoh kalimat tunggal pasif dengan empat faktorial:
Penelitian tentang ikan dilaksanakan di daerah Pandeglang
                        S                                   P                  K1
          selama tiga bulan.
                        K2
Susunan dasar kalimat ini adalah SPK1K2
Permutasiannya SPK1K2 menjadi :
n  S P K2 K1
l  Penelitian tentang ikan dilaksanakan  selama tiga bulan di daerah Pandeglang
n  S K1 P K2
l  Penelitian tentang ikan di daerah Pandeglang dilaksanakan  selama tiga bulan
n  S  K1 K2  P
l  Penelitian tentang ikan di daerah Pandeglang selama tiga bulan dilaksanakan
n  S K2  P K1
l  Penelitian tentang ikan selama tiga bulan dilaksanakan di daerah Pandeglang
u Unsur Obyek tidak boleh dipisahkan dari unsur Predikat, sehingga P dan O dianggap satu faktorial.
Contoh:
n  Nelayan itu menjala ikan di sungai
                         S           P             O   K
n  Variasinya menjadi :
l  Nelayan itu di sungai menjala ikan.
l  Menjala ikan nelayan itu di sungai.
l  Menjala ikan di sungai nelayan itu.
l  Di sungai nelayan itu menjala ikan.
l  Di sungai menjala ikan nelayan itu.  
Semakin banyak unsur faktorial pada suatu kalimat (mis. dalam kalimat majemuk), makin banyak jumlah variasi kalimat
u Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama.
Contoh:
n  Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan faedahnya oleh masyarakat.
n  Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
u Ekuatif
Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan menambah kata adalah.
Contoh :
n  Kondisi perekonomian sekarang menyebabkan banyak karyawan yang di-PHK.
n  Penyebab banyaknya karyawan yang di-PHK adalah kondisi perekonomian sekarang
u Meletakkan kata modal
Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst
Contoh:
n  Pernah ia mengatakan pada saya tentang hal itu.
n  Pasti Adi mau menolong Ibu tua itu.
n  Kata modal untuk menyatakan keragu-raguan: barangkali, kira-kira, tampaknya, rasanya, mungkin, dst
Contoh:
n  Sebenarnya Adi bukan anak yang bodoh.
n  Tampaknya hujan akan segera turun.
u Menggunakan Frasa
Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.
Anak-anak yang kurang mendapat perhatian cenderung melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.





Total Pageviews

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Sabtu, 02 Juni 2012

PERTEMUAN 12-13

Diposting oleh Zeniwahyu di 10:48:00 AM 0 komentar

Penulisan Karya Ilmiah
·         Pengertian
1.          Kutipan
Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.
Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

2.         Catatan kaki
Ibid. (Singkatan dari Ibidum artinya sama dengan di atas), untuk catatan kakiyang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulisdengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomorhalaman.
 op.cit. (Singkatan dari opere citato artinya dalam karya yang telah dikutip),dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telahdisisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.citnomor halaman.
loc.cit.(Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip),seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpanomor halaman).
3.         Daftar Pustaka
Penyusunan Bibliografi
Untuk menyusun sebuah daftar yang final perlu diperhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut :
a. Nama pengarang diurutkan menurut alfabet, Nama yang dipakai dalamurutan itu adalah nama keluarga.
b.Bila tidak ada pengarang, maka judul buku atau artikel yang dimasukkandalam urutan alfabet.
c.Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi,maka untuk referensi yang kedua dan seterusnya , nama pengarang tidak perlu diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7ketukan.d.
d.Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi.Tetapi jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.e.
e.Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya daritiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan. (GorysKeraf, 1997 : 222).
·         Contoh :
 Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics.New York: The Mac MillanCompany. 1963
Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright.New Training for Effective Speech.New York: Henr Holt and Company, Inc.,1958

Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C.et. al. College English, the First Year . New York : Harcourt,Brace & World. Inc., 1964

Buku yang terdiri dan dua jilid atau lebih Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc..1964.

Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau !ebih
Ali.Lukman. ed. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjemin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung. 1967






PERTEMUAN 11

Diposting oleh Zeniwahyu di 10:23:00 AM 0 komentar

Penulisan karangan ilmiah

·         Pengertian
Pengertian Karya Ilmiah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan, dalam bidang tertentu dengan sistematika penulisan bersantun bahasa yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
·         Ciri –ciri karangan ilmiah
1.      Menyajikan fakta obyektif
2.      Penulisan cermatPenulisan cermat
3.      Tidak mengejar keuntungan pribadi
4.      Sistematis
5.      Tidak emotif
6.      selalu didukung oleh data
7.      Tidak melebihkan
8.      memuat kebenaran
·         bahasa tulis ilmiah
merupakan gabungan dari ragam bahasa tulis dan ragam bahasa ilmiah
·         ragam bahasa tulis
kosa kata yang digunakan dipilih dengan cermat
pembentukan kata dilakukan dengan sempurna
dibentuk dengan struktur yang lengkap
paragraph dikembangkan dengan satu dan padu
cendikia
lugas
jelas
format bertolak dari gagasan obyektif
konsisten

Pertemuan 10

Diposting oleh Zeniwahyu di 10:01:00 AM 0 komentar

Tema,Topik, JudulTulisan Dan Kerangka Karangan

·         Pengertian
1.       Tema
Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis. Bisa berupa tema pendek dan tema panjang
Tema pendek  : berbentuk kata / frasa
Misalnya: -Cinta -Kesenjangansosial
Tema panjang :berbentuk kata / frasa
Misalnya :Melalui Semangat Kepedulian Sosial Kita Gencarkan Program Qurban ke Daerah Pelosok
2.       Topik
Bersifat lebih khusus/konkret karena pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari tema.
Ciri-ciri topik:
–Bersifat umum dan belum terurai
–Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak
3.       Judul
Merupakan penjabaran/perincian dari topik
Bersifat lebih spesifik dan telah mengandung permasalahan yang lebih jelas atau lebih terarah jelas atau lebih terarah
Topik dapat menjadi judul karangan
syarat judul :
Harus relevan/bertalian dengan tema
Harus “provokatif”/menarik Harussingkat
Harus singkat
4.       Kerangka Karangan
Merupakan rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan
Berfungsi untuk mengarahkan
Dibentuk dengan menggunakan sistem tanda atau kode tertentu
Macam kerangka karangan:
·            Kerangka topik
Terdiri atas kata, frasa, dan klausa
Tidak memerlukan tanda akhir titik karena tidak memerlukan kalimat lengkap
·           Kerangka kalimat
Unsur-unsurnya berisi kalimat lengkap
Bersifat resmi



·         Pola penyusunan karangan ilmiah
1.         Pola alamiah
Berdimensi ruang dan waktu
Menggambarkan keadaan suatu ruang
Contoh :
Dampaknya bagi Perekonomian Jawa Timur ILumpurLapindo
I Lumpur Lapindo
 A. Daerah Terdampak
 1. daerah… 2. Daerah…
Urutan waktu berdasarkan urutan kejadian/kronologis
Contoh :
1.Jatidiri Rabindranath Tagore
 2.Pendidikan Rabindranath Tagore
3.Karir Rabindranath Tagore
 4.Akhir Hidup Rabindranath Tagore

2.         Pola Logis
Klimaks –antiklimaks
Contoh :
I.Praktik KKN Merajalela
 II.Keresahan di Tengah Masyarakat
III.Kerusuhan Sosial di mana-mana
 IV.Tuntutan Reformasi Menggema
 V.Kejatuhan yang Tragis
Sebab akibat
Contoh :
1.Kebakaran di Tanah Tinggi
2.Penyebab Kebakaran
3.Kerugian yang Diderita Masyarakat dan Pemerintah
4.Rencana Rehabilitasi Fisik
Pemecahan masalah
Contoh :
Topik: Bahaya Ekstasi dab Pemecahannya
1.Apakah Ekstasi
2.Bahaya Ekstasi
21PengaruhEkstasiterhadapSyarafPemakainya
2.1 Pengaruh Ekstasi terhadap Syaraf Pemakainya
2.2 Pengaruh Ekstasi terhadap Masyarakat
2.2.1 Gangguan Kesehatan Masyarakat
2.2.2 Gangguan Kriminalitas
3.Upaya Mengatasi Bahaya Ekstasi
 4.Simpulan dan Saran
Umum khusus
Contoh :
Topik: Komunikasi Lisan
I.Komunikasi dan Bahasa
 II.Komunikasi Lisan dan Perangkatnya
A. Kemampuan Kebahasaan
1. Olah Vokal
2. Volume dan Nada Suara



pertemuan 9

Diposting oleh Zeniwahyu di 9:27:00 AM 0 komentar

ALINEA

·         Pengertian
 penuangan ide atau gagasan penulis melalui kalimat atau kumpulan kalimat yang satu dengan yang lain berkaitan dan hanya memiliki satu topik atau tema. 
·         Berdasarkan Fungsinya :
1.     Kalimat pokok
„Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut
„Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
„Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain
„Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambungan
2.     Kalimat penjelas
Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti)
 Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain gg dalam satu alinea
Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi
 Isinya berupa rincian, keterangan, contoh serta data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topic
·         Syarat Alinea
kesatuan
Setiap paragraf sebaiknya mengandung satu gagasan pokok 
koherensi
Setiap paragraf harus merupakan suatu kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu dengan yang lainnya 
·         Jenis Alinea Berdasarkan posisi kalimat topic
1.      Deduktif
kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea 
2.      Induktif
 kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea 
3.     Deduktif-induktif
Bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal dan akhir alinea
4.     Alinea penuh kalimat topic
Bila seluruh kalimat yang membangun alinea sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat tersebut menjadi kalimat topic
·         Jenis alinea berdasarkan  isinya
1.          Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi. 
Contoh: Membaca intensif merupakan kegiatan membaca secara teliti atau membaca secara seksama, bacaan berupa teks. Tujuan membaca dengan cara ini untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci. Misalnya untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan.
2.          Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat  kesimpulan dengan data  fakta konsep sebagai alasan/ bukti. 
Contoh: Air yang tergenang seperti di kaleng-kaleng dan selokan harus dibersihkan. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut. 
3.         Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut. 
Contoh: Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit berkerlap-kerlip memancarkan cahaya. Udara dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik mengusik sepinya malam. 
4.         Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu. 
Contoh: Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras, sehingga perlu pengolahan dan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan. 
5.         Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi. 
Contoh: Andi terkejut melihat neneknya tiba-tiba datang. Ia langsung saja menjerit sekencangnya. Tak disangka neneknya marah dan memukul kepalanya dengan tongkat kecil yang selalu dibawanya.
·         Alinea Berdasarkan Fungsinya
1.     Alinea Pembuka
Isi alinea pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan .
Difungsikan untuk:
·       ™Menghantar pokok pembicaraan
·       Menarik minat dan perhatian pembaca
·       ™Menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan
·       Dapat memanfaatkan Kutipan, peribahasa, anekdot
·       Uraian mengenai pentingnya pokok pembicaraan
·       Suatu tantangan atas pendapat atau pernyataan seseorang
·       Uraian tentang pengalaman    pribadi
·       Uraian mengenai maksud dan tujuan penulisan
·       Sebuah pertanyaan
2.     Alinea Pengembang
Bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam alinea pembuka
Difungsikan untuk :
·      mengemukakan inti persoalan
·      memberi ilustrasi atau contoh ™
·      menjelaskan hal yang akan diuraikan pada aline berikutnya ™
·      meringkas alinea sebelumnya ™
·      mempersiapkan dasar atau landasan bagi simpulan
3.     Alinea Penutup
Berisi simpulan bagian karangan
Dimaksudkan untuk mengakhiri karangan
Tidak boleh terlalu panjang
Harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti karangan
Dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca

Selasa, 27 Maret 2012

Resume 5

Diposting oleh Zeniwahyu di 6:02:00 AM 0 komentar

KEVARIASIAN

u Variasi kalimat disebut juga Parafrasa.
Tujuannya adalah penulis harus berusaha menghindarkan pembaca dari keletihan dan kebosanan. Dapat dilakukan dengan cara-cara:
1.    Kalimat aktif menjadi  Kalimat pasif
2.    Stilistika
3.    Elips atau Pelesapan
4.    Penggabungan
5.    Permutasian
6.    Sinonim
7.    Ekuatif
8.    Meletakkan kata modal
9.    Menggunakan Frasa
u Kalimat aktif menjadi Kalimat pasif
Pengubahan dengan cara:
1.    Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-)
2.     Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-)
3.    Contoh :
l  Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum
                                                S          P                 O                       Pel
l  Atasannya diambilkan air minum oleh sekretaris itu
                                                 S                   P                         O             Pel         
u Stilistika
Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif.
Contoh :
n  Rudi membahas hasil penelitian tersebut pada seminar itu
                           S      P                O                     K
n  Pembahasan hasil penelitian itu disajikan  Rudi pada seminar itu
                                         S                                   P                O                   K      
u Elips/Pelesapan
Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat
Contoh :
n  Kamu uruslah lahan itu dengan baik!
l  Uruslah lahan itu dengan baik
n  Pengamatan terhadap teroris dilakukan selama dua bulan
l  Kegiatan itu dilakukan selama dua bulan
n  Penggabungan
u Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk.
Contoh:
n  Penyeleksian data dilakukan pada bulan pertama.
n  Pengolahan data dilakukan pada bulan berikutnya.
n  Penyeleksian dan pengolahan data dilakukan berturut-turut pada bulan pertama dan berikutnya.
u Permutasian
Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat.
u Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK
Contoh kalimat tunggal pasif dengan empat faktorial:
Penelitian tentang ikan dilaksanakan di daerah Pandeglang
                        S                                   P                  K1
          selama tiga bulan.
                        K2
Susunan dasar kalimat ini adalah SPK1K2
Permutasiannya SPK1K2 menjadi :
n  S P K2 K1
l  Penelitian tentang ikan dilaksanakan  selama tiga bulan di daerah Pandeglang
n  S K1 P K2
l  Penelitian tentang ikan di daerah Pandeglang dilaksanakan  selama tiga bulan
n  S  K1 K2  P
l  Penelitian tentang ikan di daerah Pandeglang selama tiga bulan dilaksanakan
n  S K2  P K1
l  Penelitian tentang ikan selama tiga bulan dilaksanakan di daerah Pandeglang
u Unsur Obyek tidak boleh dipisahkan dari unsur Predikat, sehingga P dan O dianggap satu faktorial.
Contoh:
n  Nelayan itu menjala ikan di sungai
                         S           P             O   K
n  Variasinya menjadi :
l  Nelayan itu di sungai menjala ikan.
l  Menjala ikan nelayan itu di sungai.
l  Menjala ikan di sungai nelayan itu.
l  Di sungai nelayan itu menjala ikan.
l  Di sungai menjala ikan nelayan itu.  
Semakin banyak unsur faktorial pada suatu kalimat (mis. dalam kalimat majemuk), makin banyak jumlah variasi kalimat
u Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama.
Contoh:
n  Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan faedahnya oleh masyarakat.
n  Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
u Ekuatif
Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan menambah kata adalah.
Contoh :
n  Kondisi perekonomian sekarang menyebabkan banyak karyawan yang di-PHK.
n  Penyebab banyaknya karyawan yang di-PHK adalah kondisi perekonomian sekarang
u Meletakkan kata modal
Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst
Contoh:
n  Pernah ia mengatakan pada saya tentang hal itu.
n  Pasti Adi mau menolong Ibu tua itu.
n  Kata modal untuk menyatakan keragu-raguan: barangkali, kira-kira, tampaknya, rasanya, mungkin, dst
Contoh:
n  Sebenarnya Adi bukan anak yang bodoh.
n  Tampaknya hujan akan segera turun.
u Menggunakan Frasa
Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.
Anak-anak yang kurang mendapat perhatian cenderung melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.